Tentang Aku dan Dia

Kisah ini berawal saat aku pertama kali bertemu dengan dia. Aku mengenalnya sebagai alumni disalah satu organisasiku. Saat itu aku dan dia hanya kenal sebatas nama. Dia tau namaku Ayu, begitu juga sebaliknya.

Aku menyebutnya G.I.P (singkatan dari namanya). Layaknya seorang alumni dengan juniornya, seperti itu hubunganku dengannya saat itu. Tak ada rasa yang special sedikit pun. Apapun yang kita bicarakan gak jauh dari rana organisasi.

Namun, entah siapa yang memulainya. Seiring berjalannya waktu, semakin hari aku semakin dekat dengan dia. Kedekatanku dengan dia tak lagi sebatas alumni dengan juniornya. Tapi berubah menjadi rasa sayang seorang kakak ke adiknya. Sejak saat itu hubunganku dengan dia berubah jadi lebih indah.

Hanya saja rasa itu tumbuh di waktu yang gak tepat. Posisinya dia sudah punya pacar. Yang membuatnya gak bisa menjadikan aku lebih dari seorang adik. Maka dari itu dia memintaku untuk menjadi adik tersayangnya. Karena dia ingin selalu ada untukku, selalu di sampingku, serta menjagaku. Tanpa harus ada yang tersakiti akan semua ini.

Berawal dari menjadi adiknya, saat itu sikapnya berubah padaku. Dia jadi lebih perhatian, lebih care, selalu ada untukku, menjagaku hingga aku terlelap dalam tidurku. Rasa sayangnya begitu tulus padaku. Dia sangat menyanyangiku, dia gak mau liat aku sedih, sakit atau terluka. Hingga pola makanku pun juga diatur olehnya.

Seiring berjalannya waktu, rasa sayang sebagai kakak adik itu sedikit demi sedikit berubah. Ada rasa ingin memiliki serta cemburu, saat bersama yang lain. Saat aku meceritakan tentang cowok lain, tiba-tiba mood dia berubah. Dari awalnya yang senang, riang jadi jelek serta mukanya ditekuk. Rasa cemburu itu muncul saat dia tau, aku pergi keluar berdua dengan alumniku yang lain. Gak hanya dia yang merasakan hal itu. Aku pun juga merasakan hal yang sama.

Terkadang ada rasa iri, cemburu serta takut kehilangannya. Rasa itu muncul saat dia bersama pacarnya. Saat aku berada diantara mereka, aku sadar tak akan pernah bisa milikinya. Aku senang bisa mengenalnya serta menjadi adiknya. Tapi aku juga takut kehilangannya. Mood ku sering berubah-rubah. Saat berdua bersama dia, aku bahagia. Aku merasa menjadi lebih sempurna saat bersamanya. Namun, saat aku melihat dia bersama pacarnya atau yang lain. Aku takut, iri, serta cemburu. Rasa itu bercampur jadi satu.

Kini aku sedang merasakan fantasi cinta yang berbeda. Aku memang gak bisa memiliki dia. Dan mungkin aku gak akan pernah bisa bersatu dengan dia. Namun, aku sangat menikmati semua ini. Aku bahagia dengan keadaan ini. Karena aku bisa membuat dia bahagia dan lebih nyaman saat bersamaku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s