Antara Aku, Bunda, dan Kakak

Bunda..

Aku terlahir dari rahimmu, rahim yg sama seperti kakak.

Engkau membesarkan semua anakmu dengan kasih sayang.

Engkau tulus merawat semua anakmu.

Engkau ikhlas mempertaruhkan nyawamu saat melahirkan semua anakmu, antara hidup atau mati..

 

Waktu terus berjalan.

Engkau melihat semua anakmu tumbuh berkembang.

Belajar berguling dan menengkurapkan tubuhnya.

Belajar merangkak dan berjalan.

Dan mengucapkan kata-katanya yang pertama.

Engkau mengajarinya memanggilmu bunda.

Engkau mengajarinya tentang alam.

Api itu panas, es itu dingin.

Obat itu menyembuhkan, racun itu mematikan..

 

Bunda..

Engkau telah mengajarkan anakmu tentang banyak hal.

Pengorbananmu begitu besar yang tak akan pernah tergantikan hingga ujung usiaku..

 

Bunda..

Aku dan kakak terlahir dari rahim yang sama.

Engkau merawat semua anakmu dengan tulus.

Tak kurang kasih sayang yang engkau curahkan pada semua anakmu..

 

Namun, kini sepertinya kakak tak lagi peduli denganku dan bunda.

Kakak meninggalkanku saat jalanku masih tertatih.

Kakak tak ada di samping bunda, saat bunda merintih tersakiti..

 

Bunda..

Bukan masalah siapa yang mau merawat bunda?

Aku ikhlas merawat bunda karena Allah.

Tapi apakah kakak sudah tak sayang lagi sama bunda?

 

Bunda..

Maafkan semua kesalahan anakmu.

Mungkin bunda kecewa denganku dan kakak.

Karena tak bisa merawat bunda bersama-sama.

Aku sayang bunda karena Allah :’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s