Antara Aku, Bunda, dan Kakak Part 3

Ketika harus ada yang lelah dan mengeluh, itu aku bukan kakak! Aku lelah bila harus memulai dari nol. Aku capek belajar berjalan. Aku lelah mencari celah tuk bisa berlari. Perjuangan, pengorbanan, semua telah aku pertaruhkan untuk bunda.

Namun, seakan pengorbananku sia-sia. Aku telah kehilangan segalanya. Semua sudah hancur dan menganggap aku sampah. Itu semua aku lakukan demi siapa? Demi bunda. Nyatanya, kakak tak pernah mengerti sedikit pun.

Kakak terus dan terus mencaci dan menghujatku. Aku tak pernah meminta apapun ke kakak. Aku hanya ingin kakak berhenti! Berhenti untuk bilang “aku capek” dan jangan mengluh. Seakan aku tak pernah memberikan apapun untuk bunda.

Kakak, tolong hargai apa yang telah ku lakukan untuk bunda. Jangan hanya menghujat dan mencaciku. Tapi berilah saran dan semangat untukku. Agar aku bisa merawat bunda jauh lebih baik dari sekarang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s