Kisah Sepulang Kuliah

Entah karena tubuhku yang mungil atau ibah melihat penampilanku. Sungguh aneh, ketika berjalan menyusuri trotoar, pria setengah baya itu menyapaku. “Kamu salah jalan, seharusnya ke arah sana.” Sambil menunjuk arah yang berlawanan dengan jalanku. “Kalau kamu ke arah sana, nggak akan ketemu yang kamu cari.”

Tak ada pilihan lain, selain mengiyakan ucapan pria itu. Dan dia berlalu begitu saja dari hadapanku. Dalam benakku, aneh sekali pria itu, sok tau deh. Aku pun melajutkan perjalananku, sementara bapakku telah jauh berjalan di depanku.

Sesaat setelah itu, datang lagi pria separuh baya menghampiriku. Kali ini dia naik motor, sontak aku kaget. Dia menghentikan kendaraannya dihapanku. “Kamu mau kemana dek?”

“Mau pulang, pak.”

“Ayo, aku antar pulang saja.” Mendengar ajakan pria itu, dalam benakku kembali berfantasi. Nah, aneh banget nih orang, kenal juga nggak, lah kok ngajak pulang bareng.

“Nggak pak, rumahku dekat kok. Makasih buat tawarannya.”

“Loh, ayo aku antar aja kalau rumahmu jauh.” Pikirku, nih orang kenapa sih?? Ngotot banget nganterin aku pulang.

“Nggak usah pak, rumahku dekat kok.”

Tak puas dengan jawabanku, dia mengikutiku perlahan. Laju motornya pun semakin lambat. “Ayo, bareng aja. Rumahmu pasti jauhkan dari sini.”

“Nggak pak, makasih. Rumahku udah dekat kok,” sambil menunjuk salah satu rumah.

Dalam benakku, kembali bergejolak. “Sebenarnya malam ini kenapa seh? Kok banyak orang aneh? Tebakannya sih benar, tapi risih juga kali. Meski rumahku masih jauh.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s