wpid-img_20131121_161237

Kamu

Ketika kaki ini letih, tak mampu lagi tuk melangkah, aku berharap bisa bersandar di bahumu. Setiap pagi aku keluar rumah dengan memikul beban di pundakku, dan saat sinar mentari telah terbenam, aku berharap beban itu telah sirna.

Namun, harapan itu hanyalah akan menjadi sebuah harapan yang tak akan pernah terwujud. Bukan karena aku bermalas-malasan, bukan aku tak mampu tuk mewujudkannya jadi nyata. Tapi apa daya, aku tak kuasa memikul beban ini seorang diri.

Kamu, iya kamu. Orang yang selalu aku rindukan, sesaat setelah kembali ke rumah. Setiap pagi aku selalu berharap, saat mentari terbenam, aku dapat melihatmu dan lebih dekat denganmu. Namun aku salah. Sepertinya kamu sedang sibuk dengan duniamu.

Ketahuilah, aku tak pernah meminta apapun darimu. Aku hanya ingin sedikit waktumu, untukku. Tapi, sepertinya itu hanya anganku saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s